Tampilkan postingan dengan label Kuliah Kerja Nyata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah Kerja Nyata. Tampilkan semua postingan

Kegiatan Yang Akan Dilaksanakan KKN 24 Kwanyar-Barat. Bangkalan Madura


TEMPAT DAN TANGGAL PELAKSANAAN 

Tanggal : 27 Juli – 19 Agustus 2015 
Tempat : Desa Kwanyar Barat Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan. 

KEGIATAN-KEGIATAN YANG AKAN DILAKSANAKAN 

Adapun kegiatan yang direncanakan dalam program KKN di Desa Kwanyar Barat terdiri dari kegiatan unggulan, kegiatan pendukung, dan kegiatan lainnya. 

Kegiatan Unggulan Kegiatan unggulan yang akan dilakukan di Desa Kwanyar Barat yaitu penyuluhan dan pelatihan pemberdayaan dan pemanfaatan tanaman jagung untuk diolah menjadi biskuit jagung, dodol jagung, teh jagung serta kerajinan tangan seperti bros dan hiasan bunga dari kulit jagung sebagai pemanfaatan tanaman jagung hasil dari sektor pertanian Kwanyar Barat yang akan mendongkrak ekonomi masyarakat Kwanyar Barat. Sasaran dalam kegiatan ini yaitu warga desa dan adik-adik Kwanyar Barat dengan tujuan agar masyarakat mampu memanfaatkan sumber daya alam yang ada seperti jagung yang mempunyai nilai ekonomis. 

Metode yang digunakan yaitu melalui penyuluhan dan pelatihan tiap tahap yang akan dilakukan tiap minggu yaitu hari kamis tanggal 30 juli dimulai tahap pengenalan dan pengumpulan bahan, 06 Agustus tahap pengolahan, dan 13 Agustus 2015 tahap pengemasan dan pemasaran sehingga masyarakat akan memahami dan mampu mempraktikkan untuk membuatnya sendiri. 

Kegiatan Pendukung Selain kegiatan unggulan yang akan kami lakukan di Desa Kwanyar Barat, ada pula kegiatan-kegiatan pendukung lainnya yang juga dapat bermanfaat dan berpotensi sebagai nilai tambah bagi masyarakat Kwanyar Barat yaitu: 

1. Pengajaran bagi siswa SD Dalam kegiatan pengajaran ini ada dua pengajaran yang akan dilakukan yaitu pengajaran formal dan informal. Pengajaran formal yaitu mengajar secara langsung siswa SD saat waktu disekolah dengan mengajarkan cara mudah belajar dan trik-trik untuk mudah dalam memahami pelajaran dan menghafalnya. Hal ini dilakukan guna membantu para siswa yang masih belum memahami pelajaran yang diajarkan oleh guru mereka dan sulit menghafal pelajaran yang diajarkan. Kegiatan ini dilakukan tiga kali dalam waktu KKN yaitu hari rabu pada minggu pertama tanggal 29 Juli 2015 dengan materi trik membaca cepat. Untuk minggu kedua dan ketiga dilakukan pada hari senin yaitu tanggal 03 dan 10 Agustus 2015 dengan materi trik menghitung cepat dan trik menghafal cepat. Kegiatan ini dilakukan dengan mendatangi SDN 1 Bagungan Barat Desa Kwanyar, SDN 2 Bagungan Barat Desa Kwanyar dan Madrasah Ibtidaiyah Tarbiatut Tolibin Kwanyar Barat. 

2. SAT ( Sekolah Alam Teknologi ) SAT ( Sekolah Alam Teknologi ) ini merupakan pengajaran informal yang dilakukan kepada adik-adik dengan memberikan informasi dan pembelajaran langsung mengenai teknologi karena minimnya pengetahuan mereka akan teknologi akibat kurangnya fasilitas teknologi disekolah mereka yang digunakan seecara bergantian sehingga dengan kegiatan ini adik-adik akan lebih dikenalkan dengan teknologi sehingga mereka akan mampu mempraktikkan secara langsung. Kegiatan ini dilakukan ditempat terbuka agar suasana belajar tidak membosankan dan mereka lebih mengenal lingkungan sekitar yang ada dan akan dilakukan setiap minggu yaitu setiap hari selasa tanggal 04 dan 11 Agustus 2015. 

3. Sosialisasi kesehatan Kegiatan sosialisasi kesehatan ini dilakukan dalam rangka pencegahan DBD sejak dini dengan memberikan penyuluhan dan sosialisasi akan wabah dan dampak DBD sehingga masyarakat dihimbau untuk tetap menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 31 Juli 2015 sebagai langkah awal kepedulian kita terhadap kesehatan masyarakat Desa Kwanyar Barat. 

4. Bakti Desa Kegiatan bakti desa ini dilakukan dengan melakukan kerja bakti yang diikuti oleh semua warga Kwanyar Barat sebagai wujud antisipasi dan aplikasi terhadap kegiatan sosialisasi kesehatan yang dilakukan sebelumnya guna mewujudkan lingkungan yang bersih dan rapi sehingga akan terbebas dari penyakit. Kegiatan ini akan dilakukan setiap minggu yaitu hari minggu pagi sebagai wujud kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar yang akan dilaksanakan pada tanggal 02 Juli, 09 Agustus, dan 16 Agustus dalam rangka menyambut peringatan hari kemerdekaan Indonesia. 

5. FRM (Forum Remaja Masjid) Kegiatan ini dilakukan untuk mengumpulkan para remaja warga Kwanyar Barat yang duduk dibangku SMP dan SMA untuk membentuk suatu forum dan organisasi untuk mengelola masjid atau mushalla yang ada di Desa Kwanyar sehingga para remaja di Desa Kwanyar menjadi aktif dan kompak satu sama lain dengan adanya forum tersebut. Forum atau organisasi tersebut dibentuk juga dengan tujuan apabila ada peringantan hari besar islam (PHBI), desa tersebut tidak sepi melainkan ada acara-acara yang akan diadakan oleh para remaja masjid tersebut. Untuk semakin mempererat dan mengompakkan, maka diadakan kegiatan kumpul FRM setiap hari sabtu agar komunikasi dan kekompakan tetap terjalin. 

6. Pelatihan kerajinan tangan Kegiatan kerajinan tangan ini berupa kerajinan tangan dari bahan kerang-kerang dipinggir pantai yang terbawa arus air laut dan tidak dimanfaatkan. Kerajinan tangan ini yaitu dengan mengajarkan proses pembuatan kerajinan tangan berbahan dasar kerang untuk dijadikan sebagai gantungan kunvi, bros dan hiasan lainnya sehingga mempunyai nilai tambah dan dapat dijual untuk menambah pendapatan masyarakat sekitar yang selama ini hanya memanfaatkan hasil laut untuk dijadikan kerupuk dan diasinkan sebagai ikan asin. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 12 Agustus 2015 dalam rangka menyambut hari peringatan kemerdekaan Indonesia dengan pembuatan hiasan dari kerang. 

7. Sosialisasi dan penyuluhan media social dan teknologi Kegiatan ini diadakan dengan sasaran seluruh masyarakat Desa Kwanyar untuk mengenalkan alur Media TV, Sosial, dan Teknologi agar masyarakat melek teknologi dan mengetahui bahwasanya teknologi sangat berperan guna membantu kita dalam memasarkan sebuah produk. Kegiatan ini akan diadakan pada tanggal 05 Agustus 2015. 

8. Sosialisasi pembuatan pupuk kompos Harga pupuk yang mahal mendasari kegiatan ini dilakukan karena dengan adanya kegiatan sosialisasi pembuatan pupuk kompos ini masyarakat tidak bingung dan mengeluh lagi akan harga pupuk yang mahal karena mereka dapat membuat pupuk kompos sendiri dari daun-daun yang ada sebagai alternatif lain dari kotoran hewan. Kegiatan ini dilakukan untuk menekan biaya yang terlalu mahal dalam sektor pertanian yang juga akan menekan keuntungan yang diperoleh sehingga dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat menggunakan daun-daun yang ada untuk diolah sebagi pupuk demi menekan pengeluaran karena mahalnya harga pupuk. 

Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 07 Agustus 2015. 

9. Penyuluhan penanaman sayur dan tanaman hidroponik Desa Kwanyar barat yang merupakan daerah pesisir menjadikan tanah di daerah ini menjadi sedikit tandus dan sulit untuk ditanami. Selain itu kurangnya lahan atau tanah untuk menanam menjadi alasan dilakukannya penyuluhan penanaman sayur dan tanaman hidroponik dengan sasaran para ibu-ibu warga Kwanyar Barat agar mereka dapat menanam sayuran sendiri sehingga lebih higenis dan ekonomis untuk dikonsumsi sendiri. Kegiatan ini akan dilakukan pada tanggal 14 Agustus 2015. 

10. Peringatan Hari Besar Nasional Dalam rangka menyambut hari peringatan kemerdekaan Indonesia, maka akan diadakan lomba-lomba untuk meramaikannya yaitu lomba adzan, lomba MTQ, lomba cerdas cermat, lomba balon dumang, dan sebagainya dimana sasarannya yaitu adik-adik siswa SD yang ada di Kwanyar Barat dimana kegiatan ini dilakukan dengan tujuan menguji kemampuan para siswa yang ada di Kwanyar Barat baik dalam hal pendidikan formal maupun pendidikan rohaninya. Kegiatan ini akan dilakukan pada tanggal 15 Agustus untuk lomba MTQ dan adzan, tanggal 17 Agustus 2015 untuk lomba cerdas cermat, dan tanggal 18 Agustus untuk lomba lainnay sekaligus pengumuman dan pembagian hadiah bagi para pemenang. 4.3 Kegiatan Lainnya 
1. Silaturrahmi Kegiatan ini merupakan perkenalan awal dengan masyarakat dan para tokoh masyarakat Desa Kwanyar Barat dimana akan dilakukan pada tanggal 27-28 Juli 2015 yaitu dua hari pertama pelaksanaan KKN untuk lebih mengenal masyarakat sekitar dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. 

2. Perpisahan Kegiatan ini merupakan kegiatan penutup KKN di Desa Kwanyar Barat yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2015. Acara ini berupa pentas seni dan penyerahan cindera mata serta pamit kepada para masyarakat Desa Kwanyar Barat.

Categories: , , ,

Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 24 Universitas Trunojoyo Madura 2015


KULIAH KERJA NYATA TEMATIK 
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA  
SEMESTER GENAP 
TAHUN AKADEMIK 2014/2015

Kelompok KKN 24 :

1. Samsuri (Koordinator desa)        11. Ilvi Nur Diana
2. Eti Sulitiani                                  12. Sulis Asri Islami
3. Djunaidi Abdillah                         13. Richi Sona Wijaya
4. Faridah Inayati                            14. Frizky Rahayuning T
5. Bahtiar Al Furqon Ade A             15. Siti Komariyeh
6. Savira                                         16. Saracenia Kusuma W
7. Nafiul Amli                                  17. Sulima Wati
8. Bobby Febriyanto                        18. Firdaus Kamili M
9. Shinta Nurissyima                         19. Uun Fatmawati
10. Nofianto Puji Imawan                20. Rikhana Fauziyah

Desa : Kwanyar Barat 
Kecamatan : Kwanyar 
Kabupaten : Bangkalan
Provinsi : Jawa-Timur

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA JULI, 2015

Categories:

Masih Perlukah Kegiatan KKN?


Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) agaknya mulai melenceng dari tujuan semula. Bahkan mahasiswa lebih sering menjadi pekerja perancang kegiatan. Perlukah kegiatan intrakurikuler tersebut dilikuidasi, atau minimal direvisi formatnya? 

TUJUAN Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) mewajibkan kegiatan KKN di setiap perguruan tinggi sebenarnya mulia. Yaitu agar perguruan tinggi tidak menjadi lembaga yang terpisah dari kepentingan masyarakat. Meminjam istilah Prof Noegroho Notosutanto (alm), supaya perguruan tinggi tidak menjadi ''menara gading'': terlalu jauh dan terasing dari masyarakat sekitar. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi jembatan yang mengaitkan kemampuan iptek dan program pembangunan di masyarakat. Sehingga peranan ideal perguruan tinggi sebagai pusat pengkajian dan pengembangan iptek menjadi lebih nyata. 

Pengetahuan mahasiswa yang diperolehnya dari ruang kuliah dan perpustakaan bisa dipraktikkan untuk membantu program pemerintah dan masyarakat. KKN menjadi kegiatan intrakurikuler yang memadukan tridharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan (pengajaran), penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan secara lintas sektoral dan interdisiplin oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen. Melalui KKN, para mahasiswa diajak mengenal dan memahami secara langsung kehidupannya secara lintas sektoral dan interdisipliner. Dengan menyelami kehidupan masyarakat dan berbagai persoalan di desa, mahasiswa sebagai calon sarjana bisa memperoleh bekal berharga, sehingga kelak betul-betul siap diterjunkan di tengah-tengah masyarakat. 

Namun bagaimana realisasi kegiatan KKN akhir-akhir ini? Hampir semua mahasiswa yang sudah mengikuti KKN mengakui kalau manfaat yang diperolehnya kurang mengena atau tidak optimal. Sekar Indrawati, mahasiswi Jurusan Komunikasi FISIP Undip, bahkan menilai tujuan KKN melenceng jauh dari apa yang diharapkan. ''Seharusnya mahasiswa hanya sebagai perencana kegiatan, dan bisa mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dari bangku kuliah. Yang terjadi di lapangan, masyarakat seenaknya saja minta ini-itu, tanpa melihat kemampuan yang dimiliki mahasiswa,'' tegas mahasiswa angkatan 2003 itu, yang mengikuti KKN di Desa Bawang, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung. Dia melihat kegiatan yang dilakukannya tidak efektif, sehingga berkesan hanya sekadar memenuhi kewajiban kurikulum, tanpa merasakan manfaat berarti. Padahal sebelum berangkat ke desa, dia mendengar gembar-gembor bahwa KKN dimaksudkan untuk memberdayakan masyarakat setempat. Tapi sampai kembali ke kampus, tujuan itu tidak dirasakannya sama sekali. ''Yang saya rasakan, kegiatan KKN sangat tidak terkontrol. 

Kadang masyarakat desa tidak mengerti program yang akan kita laksanakan. Itu sebabnya, saya menilai program ini tidak efektif. Belum lagi mahasiswa harus memikul biaya perbaikan sa-rana desa,'' kritiknya. Kerja Bakti Hal senada juga diungkapkan Anggoro Wicaksono, mahasiswa Fakultas Ekonomi Undip. Sebenarnya, KKN penting sebagai bentuk sosialisasi mahasiswa kepada masyarakat. Mahasiswa bisa menjadi teladan bagi masyarakat dan memperoleh manfaat yang positif. ''Fakta yang terjadi di lapangan sangatlah berlawanan. KKN tidak efektif sama sekali. Nggak ada manfaat yang bisa diambil. Waktu saya KKN hanya dihabiskan dengan nongkrong di kantor lurah, pembuatan papanisasi, bersih-bersih desa, dan kegiatan kerja bakti lainnya,'' kata mahasiswa yang diterjunkan di Kelurahan Pesantren, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Lebih celaka lagi, ilmu ekonomi-nya sama sekali tak terpakai. Ya, karena kesan kerja bakti dan liburan bersama teman-teman mahasiswa lebih kentara. Seharusnya, kata dia, mahasiswa diberi keleluasaan untuk membuat desain kegiatan-kegiatan sesuai dengan pemetaan masalah di desa sasaran. Kalau perlu menyusun skala prioritas, sehingga kegiatan yang dilakukan bisa lebih fokus. Setiap persoalan desa bisa dipecahkan para mahasiswa melalui disiplin ilmu masing-masing, tapi pelaksananya tetap penduduk desa itu sendiri. ''Rancangan dan target harus dibuat lebih jelas. Misalnya jika desa memerlukan jembatan, maka yang dikirim sebaiknya mahasiswa teknik sipil, bukan mahasiswa sastra. 

Dengan demikian, mahasiswa bisa membuat desain jembatan, lalu menghimpun swadaya masyarakat, dan mengawasi warga masyarakat ketika membangun jembatan,'' kata Anggoro. Usul senada disampaikan Dian Apriyanto, anggota Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi Undip. Perguruan tinggi tak perlu memobilisasi semua disiplin ilmu ke lokasi KKN. Sebab kebijakan itu menjadi sia-sia, kalau mahasiswa yang dikirim tidak menguasai persoalan di lokasi. ''Indikator keberhasilan KKN itu terletak pada proses, bukan sekadar hasil fisik seperti membuat sekadar WC dan jembatan. Seharusnya pihak perguruan tinggi menyeleksi mahasiswa yang akan diterjunkan ke lapangan,'' kata mahasiswa asal Magelang ini. Melalui perenungan seperti ini, sebaiknya perguruan tinggi perlu memikirkan format baru KKN yang bisa memberikan manfaat positif bagi mahasiswa. Kalau perlu, mencari konsep lain yang lebih baik dan konkret sebagai pengganti KKN jika kelak akan dilikuidasi.

Categories:

Sejarah KKN ?


Pada tahun 1971 Direktur Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan tiga universitas yaitu Universitas Andalas di bagian barat, Universitas Gadjah Mada di bagian tengah, dan Universitas Hasanuddin di bagian timur, sebagai perintis proyek kegiatan pengabdian masyarakat. Proyek perintis ini dikenal dengan nama Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat. Hasil laporan dan evaluasi dari ketiga perguruan tinggi perintis proyek ini dipaparkan pada Rapat Rektor Universitas atau Institut Negeri pada bulan Maret 1972, setelah selesai rapat tersebut Direktur Pendidikan Tinggi meminta 13 Universitas di 13 provinsi untuk melaksanakan proyek perintis kuliah kerja nyata pada tahun ajaran 1973-1974. Universitas Gadjah Mada bertindak sebagai universitas pembina, sedangkan dua belas universitas lainnya termasuk kategori universitas madya, keduabelas universitas tersebut adalah: Universitas Syiah Kuala, Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Sriwijaya, Universitas Padjajaran, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Udayana, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Hasanuddin, Universitas Sam Ratulangi, dan Universitas Pattimura. Pada awal perkembangannya, KKN hanya merupakan paduan dari dua dharma yaitu pengajaran dan pengabdian masyarakat, seiring perkembangannya kkn juga meliputi dharma penelitian. Perpaduan tri dharma perguruan tinggi pada mewujudkan KKN sebagai salah satu sub-sistem pendidikan tinggi di Indonesia.

Categories:

Apa Itu KKN ?


Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu. Pelaksanaan kegiatan KKN biasanya berlangsung antara satu sampai dua bulan dan bertempat di daerah setingkat desa. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi di Indonesia telah mewajibkan setiap perguruan tinggi untuk melaksanakan KKN sebagai kegiatan intrakurikuler yang memadukan tri dharma perguruan tinggi yaitu: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Categories:

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com

Copyright © Ds. Kwanyar-Barat, Madura | Powered by Nofianto Puji Imawan

Design by bigbogbag | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | KKN24      Up ↑